Assalamu'alaikum ...
Hai Sobat, jumpa lagi !
Kali ini aku akan mengajak kalian melihat keceriaan selama Pilpres ke-7 (Pemilihan Presiden) di Indonesia. Mau tahu keseruannya ?
Chek it Out !
Surabaya
Hal berbeda terlihat di Surabaya. Sejumlah petugas KPPS (Kelompok Penyelenggara Pemungutan Suara) di TPS (Tempat Pemungutan Suara) 43, Keluruhan Moro Krembang, Surabaya berkostum layaknya memperingati hari hallowen dengan menggunakan kostum hantu. Petugas mengarahkan dan membimbing masyarakat yang akan memilih seperti karakteristik hantu yang diperankan. Ada pocong, mummi, vampir, dan sebagainya. Tujuan dari kegiatan tersebut adalah untuk menarik perhatian warga agar memberikan hak pilihnya di tempat TPS tersebut.
Pamengkasan
Beda lagi di daerah ini, Pamengkasan menggunakan tema Piala Dunia. Petugas KPPS menggunakan kostum kesebelasan peserta piala dunia di TPS 1, Desa Tentetenan Timur, Larangan Pamengkasan Jatim .Seluruh petugas menggunakan kostum dan atribut Piala Dunia Brasil 2014.
Sidoarjo
Daerah ini memiliki tema yang sama dengan Pamengkasan. Namun, TPS 5 Sidoarjo lebih fokus pada penataan tempat yang seolah-olah menjadi lapangan sepak bola. Peserta pemilihan dipanggil dengan peluit, bilik pun dihias dengan koran piala dunia, dan terdapat berbagai juntaian bola-bola yang digantung.
Yogyakarta
Salah satu petugas di TPS 15, Rw 9, Kelurahan Terbang, Kecamatan Gondokusuman, Kota Yogyakarta menggunakan pakaian ala prajurit keraton. Para petugas menggunakan seragam prajurit Bregada Purbonegaran. Sebelum kegiatan dimulai, para petugas dikawal oleh prajurit dan diiringi dengan musik.
Banyuwangi
Cara lain yang digunakan banyuwangi untuk mendapatkan masa adalah dengan menggunakan kostum yang bertemakan kesenian Janger. Bertepat di TPS 5, Desa Rejoagung, Kecamatan Srono, Banyuwangi. Kostum yang dipakai seperti Minakjinggo dan Dayun. Alasan mereka mengangkat tema tersebut karena Janger merupakan kesenian yang paling disukai di sana.
Semarang
Untuk menimbulkan keceriaan, TPS 18 Kelurahan Kemijen, Semarang mengangkat tema badut guna menarik perhatian masyarakat. Badut yang identik dengan keceriaan dianggap mampu memeriahkan suasana.
Sekian sedikit TPS unik yang dapat aku sampaikan. Ini membuktikan bahwa sebenarnya masyarakat Indonesia itu kreatif dan memiliki partisipasi yang tinggi untuk memilih pemimpin masa depannya. Walau terdapat banyak perbedaan tetapi kita harus tetap menjaga dan memelihara sila ke-3 pancasila "Persatuan Indonesia".
Semoga bermanfaat.
Sampai jumpa di posting-an selanjutnya ....!
Sumber:
Koran Jawapos
Koran Solopos
Koran Kompas
0 komentar:
Posting Komentar